Perpecahan Sosial Politik India Setelah Masuknya Islam



India adalah negara yang terletak pada tatanan geografis yang strategis. sehingga    memungkinkan bangsa pendatang untuk memasuki India dengan mudah melalui jalur laut. Bangsa asing yang mendatangi India dan mendominasi yaitu bangsa Arya. Kedatangan Arya menuai konflik nanmun akhirnya mereka bias hidup berdampingan. Kebudayaan India berkembang lebih cepat menjadi kebudayaan yang maju dari kebudayaan bangsa lain,dan kebudayaan India menyebar dan menjadi contoh kebudayaan lain di Asia. India juga menjadi tempat terlahirnya agama Hindu Budha yang dianut hamper seluruh bangsa di dunia.

Islam datang ke India pada awalnya dengan kedamaian yang di bawa oleh pedagang-pedagang Arab.Namun kedatangan Islam yang kedua pada abad ke sebelas dibawa Iskandar Zulkainain, bangsa Danzig. Datang dengan kemenangan dan penaklukan dianggap bencana besar terutama bagi kasta Brahmana,ksatria  yang secara otomatis akan tergeser kehormatannya.Justru penganut Islam dari India berasal dari kasta-kasta bawah yang merasa tertindas  dan islam datang tidak membawa perbedaan kasta dengan membawa kesetaraan kedudukan.Islam berkuasa di India membangun india dengan peradaban Islam yang meninggalkan peninggalan-peninggalan bersejarah yang membuktikan kejayaan pemerintahan Islam. Di India terjadi pergolakan agama yang sama-sama kuat yang berujung pada pecahnya India menjadi dua negara bagian yaitu India dan Pakistan.

Kedatangan Islam di India

Pada masa Raja Harsha (606-647M), agama Islam sedang mendapat bentuk negara di jazirah Arab. Kemudian agama Islam datang ke India sebagai agama dan sebagai kekuatan politik yang menimbulkan banyak persoalan. India menahan desakan agama Islam selama 3 abad. Tapi sebagian daerahnya telah dimasuki oleh kaum Muslim dan orang Arab. Dibawah pemerintahan Khalifah Mansur dan Khalifah Harun Ar-Rasyid, beberapa buku ilmu pengetahuan dalam bahasa Sansekerta telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.[1]

Akan tetapi yang benar-benar gencar dan berhasil mendobrak pintu gerbang India adalah Bangsa Turki yang berkuasa di Ghazna, Afghanistan. Dari sini mereka terus melakukan perang terhadap bangsa India. Sultan Ghazi kemudian dikalahkan oleh suku bangsa Islam lain yang dipimpin oleh Mohammad Ghori, dia ini kemudian yang berhadapan dengan bangsa Rajput yang dipimpin oleh Raja Prithvi Raj yang wafat tahun 1192. Moh Ghori inilah yang kemudian mendirikan Kerajaan Islam yang pertama di India, dengan Delhi sebagai ibukotanya.

Pada awal pendiriannya Kerajaan Delhi ini banyak rakyat yang mengungsi ke selatan dan ke utara. Akan tetapi lama-kelamaan mereka tetap terkena pengaruh Islam juga. Seni bangunan yang baru timbul, pakaian dan makanan banyak mengalami perubahan, seni music berkembang.[2]

Pada masa pemerintahan Sultan Ghori (1175-1203) ia berhasil menduduki Punjab, Gujarat, Bihar, dan Benggala. Jadi dapat dikatakan seluruh Hindustan. Seperti pada masa Alexander The Great atau Iskandar Zulkarnain dari Makedonia menyerang India, tentara Hindu sangat kewalahan menghadapi tentara yang sudah biasa bergerak dengan cepat dan mempunyai pengalaman berperang. Dalam menahan desakan tentara Islam itu, ternyata tentara Hindu hanya berasal dari Kasta Ksatria saja oleh karena itu jumlahnya sangat terbatas. Karena seperti yang sudah ditulis dan digariskan dalam kitab-kitab dan beberapa karya sastra Hindu bahwa kewajiban berperang diserahkan kepada Kasta Ksatria. Karena jumlahnya yang terbatas itulah yang menyebabkan Pasukan Tentara Hindu dapat dengan mudah dikalahkan oleh Pasukan Islam.

Pergolakan Sosial Politik India karena Kedatangan Islam

Sebelum kedatangan Islam di Asia selatan (India) telah mempunyai peradaban asli yang bernilai tinggi berasal dari tradisi yang datang sebelumnya derasal dari bangsa Dravida dan Arya. Pada 6000-5000 SM India kedatangan bangsa Dravida yang membawa ajaran penyembahan dan kepercayaan pada tuhan yang bersifat abstrak (tabu). Setelah kedatangan bangsa Dravida India mendapat tamu dari  Persia yaitu bangsa Arya.bangsa Arya mengenalkan kepercayaan dengan keyakinan menyembah tuhan yang bersifat nyata.Bangsa Arya datang ke daratan India pada 4000 SM. Ajaran yang dikenalkan bangsa arya dengan perwujudan tuhan secara nyata mampu menggeser eksistensi dan dominasi dari bangsa Dravida yang datang lebih dahulu.Daerah pertama yang dikuasai bangsa Arya adalah wilayah Punjab Benaras ( India bagian utara). Tahun 599 SM lahir sebuah kepercayaan yang dikenal dengan ajaran Jaina.Agama ini akhirnya melebur dengan agama Budha yang dipelopori oleh Gautama Budha.

Di India tidak hanya agama saja yang dibawa bangsa Dravida, Arya, agama Jaina, dan Budha yang berkembang dan mengakar kuat di India.Namun juga terjadi proses asimilasi yang terjadi antara bangsa dravida dan bangsa Arya yang menjadi latar belakang atau cikal bakal lahirnya agama Hindu. Dengan melihat latar belakang budaya dan keadaan sosial India yang menjadi pusat kelahiran dan perkembangan agama Budha dan Hindu, masuknya islam di asia selatan butuh keberanian yang tinggi. Agar islam menjadi agama yang diterima dan menanamkan kemantapan hati masyarakat India butuh usaha yang keras melalui pendekatan secara halus maupun pendekatan militer yang berujung pada pergulatan maupun perpecahan darah.

Di India telah berdiri kokoh kerajaan-kejaan besar seperti Maurya dan Ghupta.Islam mulai dikenalkan ke daratan India sejak abad ke 7 pada zaman Nabi Muhammad,masa Khulafaur rasyidin,Dinasti Umayyah,Dinasti Ghasnawi,Dan dinasti Ghuri.Dalam kategori secara Umum masuknya islam terdiri dari tiga gelombang yaitu Arab,Turki,dan Afghan. Kedatangan islam di India tidak dihedapkan dengan keadaan masyarakat yang kolot, Melainkan masyarakat yang mempunyai peradaban yang maju. India telah mengalami kemajuan dibanyak bidang seperti perekonomian,pertanian, maupun bidang kegamaan. Masuknya islam pada zaman Nabi Muhammad dengan cara perdadangan,pada masa Khalifah Umar mulai dilakukan infansi-infansi militer dan dilanjutkan generasi selanjutnya,masa khalifah,dinasti Umayyah,Abbasiyah,Hingga dinasti Ghasnawi.

Orang-orang Arab memulai hubungan dengan negara-negara Eropa maupun India, Persia melalui jalur perdagangan. Bangsa-bangsa Arab mendapat keuntungan besar karena banga Arab berhubungan dengan India (bangsa Arya), Persia karena bangsa-bangsa dengan peradaban maju dan Arab adalah bangsa yang menuju kemajuan.Namun bangsa-bangsa India tersebut tidak beranjak memperdulikan perubahan. Ketika bangsa Arab datang ke India mendirikan masjid dan mentabligkan Islam di tanah India, tidak ada rasa keberatan sama sekali dari pihak Hindu. Tidak ada perpecahan dan kesukaran dalam hubungan Hindu dan Islam. Namun di abad kesebelas, Islam datang dengan kemenangan dan penaklukan-penaklukan berdarah menyebabkan kebencian dan pertentangan yang hebat dari Indian terhadap islam. Situasi ini berbanding balik dengan keadaan dulu rasa saling menghargai saling tenggang rasa antara Hindu dan Islam.[1] 

Penaklukan India yang berdampak besar adalah penaklukan yang dilakukan oleh Iskandar Zulkarnain. Dalam serangan ini Zulkarnain tidak mendapatkan perlawanan yang sebanding, dengan mudah mengalahkan India yang notabene masyarakatnya tidak bersatu. Disebabkan dalam India terdapat pengkotak-kotakan sosial yang menyebabkan hanya golongan ksatria saja yang maju dalam peperangan. Sedangkan kasta dengan jumlah mayoritas adalah dari  golongan sudra dan waisya. Sehingga golongan ksatria tidak mampu menghadapi musuh yang berjumlah besar dengan strategi yang lebih maju dan telah berpengalaman dalam laga medan perang di wilayah Eropa dan Afrika. [2]

Pada Tahun 986 M di Afganistan telah berdiri kerajaan kuat dikenal dengan kerajaan Ghazhi didirikan oleh panglima Turki.   Penyerangan pertama dilakukan di India selatan oleh Sabuktingin ke Jayapala namun mengalami kegagalan dan serangan selanjutnya ditujukan di daerah Peshawar. Serangan 997 dipimpin oleh putranya bernama Mahmud yang berhasil menguasai daerah kekuasaan Jayapala. Penakluan abad sebelas ini dilakukan oleh raja Mahmud dari Ghazni. Mahmud meneruskan perjuangan ayahananya Subuktangin.Dia adalah panglima yang cerdas dan pandai dalam memimpin pasukan berkuda.

India diserang olehnya dirampok dan dibunuh oleh Mahmud, dan direbutnya harta benda dan dan dibuatnya sejumlah tawanan. semua serangan dilakukan tujuh belas kali dan selalu berhasil dengan satu kali kegagalan yakni serangan ke Kashmir. Dalam penyerangan tersebut ribuan orang mencari perlindungan dalam kuil dan dengan perasaan kerakutan jika Mahmud datang menyerang. Mereka mengharap keajaiban dan mukjizat dari dewa yang mereka sembah. Nmun keajaiban itu hanya harapan yang tidak pernah terkabul keyakinan itu mengakar kuat bagi orang yang beriman. Saat yang ditakutkan tiba Mahmud menyerang kuil tersebut dan kuil tersebut dikuasai penuh oleh Mahmud. Lima puluh ribu orang tewas yang menanti-nanti keajaiban yang tak pernah datang.

Karena serangan yang bertubui-tubi dari tantara Islam Jayapala berhasil menyatukan berbagai kerajaan Hindu untul menyerang tantara muslim namun mengalami kegagalan, meskipun tantara islam jumlahnya sangat sedikit namun memiliki taktik perang yang terorganisir. Kekalahan India dalam perang ini menyebabkan India bagian barat laut berada dalam pengawasan kekuasaan muslim. Tahun 1001 hingga tahun 1027 terjadi serangan muslim terhadap India hinggan 17 kali. Sehingga berhasil mengiasai daerah-daerah Somnathdi Kathiawar,Candela di Bundhelkhand hingga Mathura.tentara muslim berhasil memasuki istana dan menguasai kota-kota penting India. Dalam pemanfaatan kota-kota yang telah dikuasai tantara muslim  hanya datang, menjarah namun tidak ada tujuan untuk menetap. Namun penaklukan sungai Indus umat muslim melakukan pengelolaan pemerintah secara langsung hingga berganti beberapa dinasti.

Dampak dari serangan tantara muslim tersebut, kerajaan Hindu terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil. Tidak ada usaha bersatu dari pihak India untuk melawan musuh yang datang datang dari luar. Bahkan penguasa kerajaan wilayah India Utara seperti Prathivi raja Cahamana, Jayaccandra Gahadawala,dan paramerdidewa Candella sering terjadi peperangan dan perselisihan diantara kerajaan tersebut.

Pengislaman yang dilakukan dinasti Ghaznawi membawa kemajuan pesat karena membawa doktrin kesamaan drajat. Ajaran yang dibawanya menerangkan ketinggian drajat manusia adalah sama dihadapan tuhan itu ergantung ketakwaan, Ketinggian drajat manusia bukan berdasar pada keturunan maupun ras sebagaimana doktrin yang diajarkan di agama Hindu. Sistem kasta yang berlaku di India menimbulkan protes bagi sebagian kalangan khususnya kalangan Sudra dan Waisya. Oleh karena itu penganut Islam mayoritas India berasal dari golongan bawah.

Bangsa Indo Arya kuno yang menjadi yang telah Berjaya beberapa tahun di India berjuang menghadapi bangsa baru yaitu kedatangan islam namun kebudayaan baru tesebut tak dapat dibendung lagi. Islam datang secara perlahan, Agama islam menyentuh daratan utara India bersama Mahmud. Daerah selatan tidak diambah islam selama masa yang panjang. Benggala bebas dari pengaruh Islam 200 tahun. Indo arya tidak bisa menghadapi musuh yan datang dan akhirnya mengambil sikap pertahanan. Dijadikannya cara kasta selama ini amat lincah menjadi lebih tegang dan tentu. Dikuranginya kebebasan perempuan, bahkan kampung panchayat mengalami perubahan. Namun bahkan jika kampung panchayat ini mengalami kemunduran karena menghadapi musuh yang lebih kuat,diusahakannya memengaruhi bangsa itu dan membentuknya menurut cara-caranya.[3]

Pertikaian itu bukanlah antara bangsa Indo Arya dan bangsa Arab melainkan, perjuangan perlawanan India yang beradab dan terhormat namun diambang keruntuhan melawan bangsa baru dari Asia Tengahyang baru saja masuk Islam baru setengah abad. Rasa kebencian dan dendam karena serangan dan bencana  yang dilakukan Mahmud  berdampak hingga sekarang ini, Islam menjadi agama minoritas dan menjadi agama tertindas di India setelah kebangkitan agama Hindu.

Peran Islam terhadap India terbagi menjadi empat tahapan yaitu sebelum dinasti Mughal,dimasa dinasti Mughal, dan setelah dinasti Mughal, selanjutnya yitu masa India sekuler. Pada masa dinasti Mughal terjadi banyak oergolakan yang dilator belakangi oleh perbedaan agama antara agama islam dengan Hindu-Budha, maupun antar islam sendiri karena setiap golongan merasa paling benar.

Dalam masa pemerintahan Jalaluddin memutuskan untuk menyatukan golongan keagamaan dan menghapuskan keyakinan rasa paling benar yang telah mengakar kuat dalam pikiran setiap kelompok agama. karena menurut Jalaludin beragama adalah hak setiap manusia dan benar atau salah adalah hubungan manusia dengan sang pencipta. Melalui pemikiran ini jalaludin mencetuskan semangat toleransi dan harmonisasi yang dikenal dengan istilah Din illahi. Memadukan Islam,Hindu,Budha dan golongan lainnya untuk mengatasi konflik agama yang tak berujung. Karena konflik ini berdampak pada  ketidakstabilan ekonomi,politik maupun sosial. Dalam pemerintahannya Jalaluddin menerapkan shull i-kull yaitu perdamaian universal yang menghapus pengkotakan masyarakat berdasarkan ras, kasta, maupun agama.

Konflik Sosial dan Politik di India setelah Islam Masuk

India merupakan sebuah wilayah yang sangat luas dan sangat beragam kebudayaan yang ada disana. Sebagaimana yang kita telah ketahui, bahwasanya India merupakan wilayah yang berperang selama 6 hari dalam sepekan. Ini merupakan suatu kekhasan yang telah menempel sejak zaman dahulu hingga sekarang. Konflik social yang telah kita ketahui setelah kedatang Islam ditanah India sangat beragam dan terus menerus terjadi antara agama yang lainnya. Banyak sekali tentangan terhadap hokum-hukum yang dipergunakan Islam untuk keseharian,misal warga India yang beragama Hindu dan Budha sangat tidak memperbolehkan memakan sapi karena mereka menganggap hewan yang suci,sedangkan didalam hokum Islam menyembelih sapi atau memakan daging sapi membolehkan kegiatan tersebut. Masalah itu yang kemudian akan menimbulkan konflik antara umat Islam dengan umat Hindu dan  Budha.

Contoh kecil konflik social dikarenakan masalah sapi antara umat Hindu dan Islam. Laporan BBC  berjudul “Rakbar Khan: Did Cow Vigilantes Lynch A Muslim Farmer” (2019) menyebut bahwa para pelaku pembunuhan Rakbar kerap diidentifikasi sebagai gau rakshaks,atau “geng pelindung sapi”.Anggota geng-geng ini terdiri atas anak muda Hindu garis keras yang percaya bahwa hewan suci agamanya sapi harus dilindungi mati-matian. Mereka mnyakini undang-undang yang telah diteken untuk melindungi sapi,seperti larangan penyembelihan dan konsumsi di 24 negara bagian tidak sepenuhnya ditegakkan.

Sejak saat itulah mereka sering main hakim sendiri denggan memburu peternak –sebagian besar muslim- yang dipercayai mengambil sapi untuk disembelih dan diambil dagingnya. Dalam menjalankan aksinya,kelompok gau rakshaks seringkali memakai senjata.Polemic tentang sapi,sebagai hewan suci atau komoditas dagang serta konsumsi , sebetulnya sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat India sejak dulu kala. Akan tetapi, polemic jadi sumber konflik ketika BJP memenangkan pemilihan umum 2014 dan Modi terpilih sebagai perdana menteri.[1]

Dalam laporan setebal 104 halaman bertajuk Violent Cow Protection in India: Vigilante Groups Attack Minorities (2019), Human Rights Watch (HRW) menjelaskan antara Mei 2015 hingga Desember 2018 setidaknya sudah ada 44 orang—36 muslim—terbunuh karena serangan semacam itu. Kebanyakan kasus terjadi di empat wilayah: Haryana, Uttar Pradesh, Rajasthan, dan Jharkhand.Anggota BJP, dalam laporan HRW, digambarkan sering menggunakan retorika kebencian yang memicu kampanye main hakim sendiri terhadap siapapun yang dituduh menodai status sapi sebagai hewan suci.

Salah seorang politikus parlemen di Ramgarh yang berafiliasi dengan BJP, misalnya, mengungkapkan bahwa “kematian merupakan hukuman yang pantas bila seseorang terlibat dalam penyelundupan dan penyembelihan sapi". Ia menambahkan: “Penyelundupan sapi lebih buruk daripada terorisme."“Seruan untuk melindungi sapi, mungkin, diniatkan untuk menarik suara [kelompok] Hindu. Akan tetapi, lambat laun, berubah jadi jalan bagi massa untuk menyerang dan membunuh mereka yang minoritas," tegas Direktur HRW Asia Selatan, Meenakshi Ganguly. “Pemerintah India harus menghentikan serangan-serangan ini, berhenti melindungi para pelaku, dan berhenti menyalahkan korban.Tuduhan tersebut langsung dibantah BJP. Juru bicara BJP, Nalin Kohli, mengatakan partainya tidak punya hubungan apa pun dengan aksi kekerasan terhadap peternak sapi. Ia menyatakan tuduhan yang dialamatkan ke BJP adalah “jahat, tidak akurat, dan salah."

Kondisi di lapangan justru berkebalikan dengan klaim sang jubir. Di Uttar Pradesh, misalnya, politisi BJP dengan keras memberlakukan penutupan rumah potong hewan. Sedangkan di Gujarat, BJP menerapkan hukuman seumur hidup bagi mereka yang kedapatan menyembelih sapi dan 10 tahun penjara kepada mereka yang ‘hanya’ mengangkut sapi—untuk disembelih.Keadaan bertambah buruk manakala kepolisian, yang semestinya bersikap tegas dan netral, justru mudah ditekan secara politis oleh BJP. Konsekuensinya tak main-main: banyak kasus pembunuhan yang penyelidikannya dihentikan dan pelakunya dibiarkan bebas begitu saja.Konflik yang menyasar para peternak sapi ini mau tak mau turut memengaruhi pendapatan mereka. Di pasaran, mengutip pemberitaan Financial Times, permintaan akan daging sapi turun drastis. Serangan-serangan tersebut juga memicu kekurangan pasokan daging yang akut, khususnya bagi muslim India yang menganggap daging sapi adalah sumber protein yang terjangkau.

“Orang-orang terlalu takut untuk datang ke sini [membeli daging sapi]. Tidak ada pembeli," keluh Kamal Querishi, pedagang ternak yang mengaku omsetnya menurun secara drastis setelah fenomena kekerasan ini meningkat dalam kurun waktu belakangan.

Analisis politik menyebut BJP sengaja membiarkan atau membenarkan serangan atas nama”perlindungan terhadap sapi” untuk menarik perhatian umat hindu .”ini implementasi dari jargon rebut kembali negara kita”.hingga saat inipun pemerintahan negara India sangat memerhatikan bagaimana sapi untuk selalu disucikan.

Permasalahan kedua yang konflik dimasa setelah kerajaan-kerajaan Islam menguasai daratan India adalah pada masa kerajaan  Islam ada sultan bernama Kutbuddin Mubarak. Sultan inilah yang memulai konflik terhadap warga-warga hindu semasa pemerintahan Kutbuddin Mubarak. Sultan ini memerintah selama 2 tahun dengan system yang sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan. Perbuatan merampas,membunuh dan memperkosa yang diajak sultan sendiri tidak berkeputusan lagi. Sultan tidak segan memuaskan nafsu birahinya atas wanita Hindu dan memandang istananya sebagai rumah pelacuran.[2] 

Pada masa sultan Adil memiliki pemerintahan yang juga kejam terhadap masyarakat yang dipimpinnya. Pada masa itu pajak tanah amat berat, harga uang diturunkan, kelaparan merajalela beberapa tahun lamanya. Akan tetapi dalam istana Nampak kemewahan yang tak berbatas,kesenangan dan kemeriahan yang tak berkeputusan.

Dimasa akhir-akhir pemerintahannya masyarakat penganut agama Hindu sangat geram, dikarenakan tidak adanya kesejahteraan yang mengakibatkan daerah-daerah menjadi sengsara. Serta adanya kekuasaan yang tidak begitu berpihak bagi masyarakat  Hindu. Negeri benggala pun berontak; di India Selatan timbul suatu kerajaan hindu baru yang melingkupi kerajaan-kerajaan Tamil. Kerajaan baru itu bernama Vijayanagar.

Masa pemerintahan aladdi khalji terjadi konflik social yang menyebabkan orang-orang Hindu banyak sekali yang meninggal. Di Delhi peristiwa penindasan dan kekerasan dilakukan terhadap kaum Hindu, dikarenakan pada masa sultan muda ini tidak menganggap dan tidak menghormati perbedaan agama.Ketika terdengar, bahwa kaum Mongol yang masuk  Islam itu hendak berontak maka ia suruh membunuh 15.000 ribu orang dari bangsa itu. Inilah yang menyebabkan konflik-konflik social dimasa sultan muda ini,tidak bisa kita pungkiri dimasa ini penindasan terhadap kaum minoritas sangatlah besar dan pada masa raja ini sangat mudah menelan bulat-bulat informasi yang belum tentu benar dengan faktanya.[3]

Konflik social yang terjadi di india dimasa kerajaan Islam disana terdapat perusakan-perusakan candi yang telah dibangun oleh kerajaan-kerajaan bercorak Hindu pada masa sebelum India jatuh ke tangan pemerintahan Islam. Pada masa Aurangzeb banyak sekali penghancuran-penghancuran kuil ibadah, candi , dan tempat suci lainnya. banyak sekali peninggalan-peninggalan yang hilang semasa pemerintahan kerajaan hindu dan budha. Hingga pada masa tahun 1900-an rakyat India yang telah  mayoritas beragama Hindu banyak sekali melakukan balas dendam dengan cara penghancuran- masjid-masjid peninggalan kerajaan dinasti-dinasti Islam.

Masjid Babri atau Masjid Babur  merupakan sebuah  Masjid yang didirikan oleh Kaisar Mughal pertama India, di ayodha pada tahun 1527 dan berganti nama pada tahun 1940-an menjadi mMajid iJanmasthan. Masjid ini berdiri di Bukit Ramkot.Masjid babur diruntuhkan oleh sekitar 150.000 orang dari kaum nasionalis Hindu pada tanggal 6 desember 1992. Dalam sebuah peristiwa yang sudah direncanakan, walaupun sebelumnya Mahkamah Agung India sudah melarang perusakan masjid itu. Lebih dari 2000 orang tewas dalam kerusuhan berikutnya dibanyak kota besar India.

Kaum nasionalis Hindu meyakini bahwa panglima perang Babur,Mir Baki telah menghancurkan sebuah kuil Hindu yang sebelumnya berdiri di situs masjid, yang mereka percaya kuil tersebut dibangun untuk memperingati hari kelahiran Rama,inkarnasi dari Wisnu dan juga penguasa Ayodhya. Menariknya masjid ini berbagi tembok dengan kuil Rama. Masjid babri merupakan salah satu masjid terbesar di Uttar Pradesh,sebuah negara bagian India yang memiliki populasi Muslim 31 juta orang.walau ada beberapa masjid yang lebih tua di kota Ayodha,sebuah daerah dengan populasi warga Muslim yang signifikan. Masjid Hazrat Bal yang didirikan oleh raja-raja Shariqi, Masjid Babri dianggap yang terbesar dikarenakan tempat berdirinya yang disengketakan.

Inilah mengapa kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengusik rumah ibadah agama-agama lain yang telah dibangun di masa sebelum-sebelumnya. Kita harus bisa mengetahui tempat itu bahwasannya menjadi tempat yang amat suci dan menjadi peninggalan yang sangat berharga bagi pemeluk-pemeluknya. Pda akhirnya jika telah merusak peninggalan-peninggalan rumah ibadah agama lain, maka yang akan kita rasakan jika agama itu telah berkuasa jadilah konflik yang tidak bisa dielakkan. Akan da penghancura-penghancuran kembali rumah ibadah agama kita,dikarenakan bisa dari sifat dendam ataupun tempat itu dulunya merupakan tempat yang suci.

Konflik politik yang ada di India adalah pisahnya wilayah-wilayah yang mayoritas beragama Islam dari Negara India. Terwujudnya Pakistan sebagai Negara Islam adalah keingginana orang-orang muslim India  yang memiliki keyakinan bahwa mereka haruus membentuk suatu Negara yang terpisah, yang disebabkan oleh sejarah,agama dan kebudayaan mereka berbeda dengan keyakinan masyarakat Hindu di India. Sementara orang Hindu India justru menganggap bahwa agama tidak dapat menjadi dasar mendirikan suatu bangsa.Upaya mewujudkan Pakistan sebagai negara Islam memang mendapat dukungan sepenuhnya, terutama dari organisasi liga Muslum India yang didirikan oleh Sayyid Amir Ali salah satu tokoh pembaruhuan dalam Islam di India pada tahun 1906. Di mana peran organisasi ini menjadi  alat perjuangan umat Islam untuk mewujudkan terciptanya Negara Islam Pakistan. Terlebih semenjak Ali Jinnah memimpin Liga Muslim pada tahun 1913.

Di awal proses Pakistan menuju Negara Islam,organisasi ini telah mengumandangkan pendiriannya bahwa Islam bukan sekedar sebagai agama dalam artiannya biasa tetapi ia adalah suatu agama ddan susunan masyarakat yang memiliki kebudayaan tertentu. Demikian pula pendapat para pemimpin agama orang muslim India ketika itu mendukung sepenuhnya tehadap berdirinya Pakistan sebagai Negara, dan mereka berkeyakinan dan berpendapat bahwa Negara yang mereka  inginkan itu adalah negara islam, dimana prinsip prinsip social dan ekonomi Islam dapat dilaksanakan.Menurut suatu sumber, nama Pakistan berasal dari pemikiran seorang mahasiswa Islam India bernama Khaudri Rahmat Ali di London. Pakistan merupakan singkatan dari kata P (Punjab), A (Afgan), K(Kashmir), S (Sindi), dan Tan (Bulukhistan). Menurut sumber lain “Pekistan” berasal dari Bahasa Persia. “FAK” berarti suci dan STAN berarti Negara. Tetapi pengertian Pakistan dari kedua sumber yang lebih mendekati kebenaran adalah terdapat pada sumber yang keduua.

Sebelum Pakistan terbentuk, wilayah-wilayah yang menjadi wilayah bagian dari Pakistan adalah wilayah bagian India. Wilayah-wilayah tersebut berupaya melepaskan diri dari India karena umat Islam yang minoritas tidak diberikan kebebasan hak politik untuk mengembangkan agama Islam. Mereka menganggap hanya dengan memisahkan diri dari kekuatan Hindu di India, umat Islam akan mendapatkan kedaulatannya untuk menciptakan masyarakat Islam yang utuh sesuai dengan Syariat agama.

Sejak jatuhnya dinasti Mughal  pada tahun 1857 dan pda tahun 1858 Bahadur Syah, raja terakhir Dinasti Mughal di India diusir dari istana. Berakhirnya kerajaan Mughal tersebut berarti Inggris yang menguasai perdagangan India mulai berkuasa. Ummat Islam yang minoritas tertindas dan berjuang mengmbalikan kejayaan Islam yang telah hilang, namun kekuatan yang ada saling berebut pengaruh terhadap pemerintahan Inggris. Ummat Islam dengan Liga Muslim dan masyarakat  mayoritas Hindu dengan partai kongres nasional India,sebagai masyarakat mayoritas seringkali memojokkan kaum muslim dimata Inggris.Oleh karena itu  para tokoh Islam seperti Syah Waliyullah,Sayyid Ahmad Sayyid,Sayyid Ahmad Khan,Muhammad Iqbal dan Muhammad Ali Jinnah telah berjuang dengan gigih berupaya mendirikan pemerintahan Islam secara terpisah melalui gerakan-gerakan dan ide-ide mereka.Pada tahun 1940 di Lahore India , kelompok organisasi Liga Muslim telah mengadakan rapat tahunan. Ditahun tersebut organisasi ini telah menggagas dan menyepakati pembentukan Negara Pakistan sebagai Negara yang berdiri sendiri dan berpisah dengan ummat Hindu India.[4]

Atas rekomendasi  dari panitia yang khusus dibentuk untuk perkara tersebut, keputusan sidang kemudian menyetujui sepenuhnya terhadap pembentukan Negara Pakistan bagi umat Islam India dan proses menuju cita-cita tersebut menjadi perjuangan Liga Muslim selanjutnya. Negara ini sesuai dengan kesepakatan forum diberi nama negara Pakistan, tetapi rincian mengenai Pakistan saat ini belum dapat dirumuskan baik menegnai letak dan batas-batas daerahnya, maupun letak corak pemerintahnya. Pada tahun 1944  telah terjadi dua tokoh antara jinnah dari kelompok Liga Muslim dengan Gandi dari partai kongres nasional India bernegosiasi untuk mengadakan aksi bersama dalam menghadapi Inggris. Tetapi karena perbedaan paham kedua tokoh tersebut tentang masa depan India makin besar, maka pertemuan keduanya tidak membawa hasil.

Dalam pada itu, ide  pembentukan Negara Pakistan di India dijelaskan oleh Muhammad Iqbal sebagai presiden liga muslim pada rapat tahunan pada tahun 1930 bahwa rencana pembentukan Negara terpisah tersebut, menurut Iqbal, terdiri dari wilayah Punjab, daerah utara Sindi dan  Bulukhistan. Namun sebelum cita-citanya tersebut Iqbal meninggal dunia pada tahun 1938. Sepeninggal Iqbal perjuangan umat Islam dilanjutkan oleh Muhammad Ali Jinnah. Sebenarnya beliau pernah mewakili umat Islam di partai kongres sekaligus sebagai presiden liga muslim tahun 1896 hingga tahun 1913. Tetapi patuh dan tunduk kepada Inggris, maka beliau meninggalkan kedua partai tersebut. Kemudian pada tahun 1934 Jinnah dipanggil kembali oleh liga muslim untuk menjadi presiden liga yang kedua kalinya.

Suasana politik India yang selalu memandang rendah umat Islam. Pandit Nehru, presiden partai kongres saat itu berkata tidak ada kekuatan di India kecuali Partai Kongres Nasional India dan pemerintahan Inggris. Kenyataan ini menyadarkan umat Islam,bahwa kekuataan Hindu semakin kuat dan islam perlu memperkuat barisan dengan menyokong liga muslim sebagai salah satunya organisasi umat Islam diseluruh India. Perdana meneteri Punjab, Bengal dan sindi turut menjalin kerja sama dengan jinnah.

Dengan potensi kekuatan yang semakin besar ini, Jinnah mulai merubah haluan politiknya, tidak lagi melalui perundingan tetapi kepentingan umat Islam dapat dijamin hanya dengan pembentukan Negara sendiri dan terpisah dari Negara India. Masalah tersebut dibahas secara rinci pada rapat tahunan liga muslim pada tahun 1940,atas rekomendasi panitia khusus. Bahwa berdirinya Negara Pakistan sebagai tujuan perjuangan liga muslim selanjutnya,sebagaimana yang telah dijelaskan dimuka.

Pada tahun 1942,ketika Inggris berjanji akan memberikan kemerdekaan kepada India, maka partai kongres membentuk pemerintahan sementara. Jinnah dan lima orang liga muslim turut serta dalam pemerintahan tersebut,tetapi huru-hara tidak dapat diatasi. Pada tanggal 14 Agustus 19447,pemerintahan Inggris menyerahkan kedaulatan kepada dua konstitusi yaitu India dan Pakistan berdasarkan kemerdekaan yang diberikan pemerintahan tersebut, konstitusi Pakistan dibuka dengan resmmi pada tanggal 15 Agustus 1947, Pakistan resmi lahir sebagai Negara Islam India dan Muhammad Ali Jinnah diangkat gubernur dengan gelar Qodhi A’zam. Namun saying beliau wafat di Karachi pada tahun 1948. Sehingga beliau belum sempat menikmati kemerdekaan Negara Pakistan secara penuh.[5]

Dengan demikian pemikiran pemabaharuan dalam Islam yang dimulai oleha Syah Waliyullah pada akhir abad ke 18 dan kemudian dilanjutkan oleh Sayyid Ahmad Khan serratus tahun kemudian melahirkan munculnya Negara Pakistan abad 20.Dalam sejarah perkembangan di India, umat Islam sejak semula menyadari sebagai umat yang minoritas yang tidak mustahil suatu ketika akan mendapat ancaman dari kaum mayoritas, sehingga hal ini mendorong kesadaran kaum muslimin untuk mendirikan Negara sendiri dan untuk ini para pelopor Islam seperti Sayyid Ahmad Syahid, Sayyid Ahmad Khan dan dilanjutkan oleh Iqbal dan Jinnah yang sama memiliki pemikiran untuk mendirikan Negara sendiri bagi umat Islam semenjak jatuhnya kerajaan Mughal,India.



[1] https//www.bbc.com/news/pada tanggal 23 february 2019

[2] Lih.Musa pelu.Sejarah Asia selatan.2018:46-47

[3] Lih.Musa pelu.Sejarah Asia selatan.2018:45-46

[4] Priatna G,Analisis berdirinya Negara Islam Pakistan Dalam Perkembangan Sejarah Islam Di Indonesia,Dewantara,Jakarta,2017,hlm 63

[5] Priatna G,Analisis berdirinya Negara Islam Pakistan Dalam Perkembangan Sejarah Islam Di Indonesia,Dewantara,Jakarta,2017,hlm63-64



[1] Lih.Jawaharial Nehru.Lintasan sedjarah dunia.1966:230-232

[2] Lih.Musa pelu.Sejarah Asia selatan.2018:42-42

[3] Ibid.Jawaharial Nehru.1966:234-236 



[1] Djambatan.India Negeri Charka dan Pabrik Dan Ceylon 40 Mil Dari Langit.1952:21-22

[2] Musa Pelu.Sejarah Asia Selatan I.2018:41-42



Belum ada Komentar untuk "Perpecahan Sosial Politik India Setelah Masuknya Islam "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel